Jendela yang pecah
Malam itu bengkel Grisholm masih menyala. Ysée sedang memotong kaca kuning perak ketika batu itu datang.
Tidak ada yang tahu siapa yang melempar. Di Vitrail, orang tidak pernah melihat luar. Luar hanya cahaya: putih di siang hari, abu di malam hari, dan selalu datang dari belakang. Batu itu datang dari sana juga.
Ysée mendengarnya lebih dulu daripada melihatnya. Bunyi pertama pendek, seperti kuku mengetuk kaca. Bunyi kedua panjang dan tidak berhenti. Retakan berjalan dari Rubrane ke panel tengah, melewati garis timah yang selama ini dianggap tidak bisa ditembus.
Pagi harinya, langit Rubrane berlubang sebesar rumah. Cahaya putih dari luar masuk lewat lubang itu dan jatuh di bukit anggur. Di mana cahaya itu jatuh, merah berubah jadi merah muda. Di hari ketiga, jadi bening.
1 Gambar kerja
Master Aldric, guru Ysée, menyimpan satu gulungan kertas yang tidak boleh disentuh siapa pun. Isinya gambar kerja seluruh jendela dalam ukuran asli, digambar pensil oleh pembuat kaca pertama. Tiap potongan punya nomor dan kode warna. Tiap garis timah digambar tebal.
"Jendela bisa dipatri ulang," katanya, "selama gambarnya masih ada."
Gambarnya masih ada. Yang tidak ada adalah orang yang bisa masuk ke panel untuk memasangnya. Pembuat kaca biasa bekerja dari luar, di meja, dengan kaca yang sudah dingin. Ysée bekerja dari dalam. Sejak kecil ia bisa melangkah ke panel mana pun dan berjalan di atas warnanya. Gurunya menyebut itu bakat. Dewan Grisholm menyebutnya pelanggaran.
2 Empat orang
Ia tidak berangkat sendiri. Maud Grozier, tukang potong tua dari Viridel, datang membawa perisai zamrud tiga lapis dan tidak banyak bicara. Pell Rondel datang dari pelabuhan Cobalm dengan busur dan sekantong batang kaca yang ia tiup sendiri. Hesper Flashe datang paling akhir. Empat puluh tahun ia mempelajari kaca berlapis, dan ia masih menyebut dirinya murid.
Di perjalanan pertama mereka menemukan hal yang tidak ada di buku. Cahaya yang menembus kaca seseorang membawa warnanya ke tindakan berikutnya. Panah Pell yang lewat di depan perisai Maud jadi lebih berat. Tongkat Hesper yang diangkat di bawah lubang langit jadi panas. Hesper menamainya Refraction dan malam itu juga menulis dua puluh halaman catatan.
3 Bening
Yang mengejar mereka tidak tercatat di gambar kerja. Delapan belas sosok kaca bangun di sembilan panel, dua di tiap panel. Ada yang memungut pecahan dan memakainya sebagai perisai. Ada yang menjahit retakan dengan benang timah, dan semua yang dijahitnya kehilangan warna. Ysée curiga mereka tidak jahat. Mereka bagian jendela yang ingin tetap utuh, apa pun caranya.
Jendela itu masih pecah saat kamu membaca ini. Lubangnya masih di langit Rubrane, dan bening masih menyebar dari satu panel ke panel berikutnya. Gambar kerjanya ada di tas Ysée. Pensilnya juga.



